Instansi di Kotim

Instansi pemerintah merupakan sebuah kolektif satuan kerja atau satuan organisasi kementerian atau Departemen, Lembaga Pemerintah Non Departemen, Kesekretariatan lembaga tinggi negara dan instansi pemerintah lainnya, baik pusat maupun daerah, termasuk Badan Usaha Milik NegaraBadan Hukum Milik Negara, dan Badan Usaha Milik Daerah.

Dalam pedoman Penyusunan Penetapan Kinerja Daerah, Instansi pemerintah adalah sebuah kolektif dari unit organisasi pemerintahan yang menjalankan tugas dan fungsinya sesuai dengan ketentuan yang berlaku, meliputi Kementrian Koordinator/Kementrian Negara/Departemen/Lembaga Pemerintah Non Departemen, Pemerintah Propinsi, Pemko, Pemkab serta lembaga-lembaga pemerintahan yang menjalankan fungsi pemerintahan dengan menggunakan APBN dan APBD.

Disini saya akan memberikan penjelasan mengenai instansi yang ada di Kotim. Saya akan membahas mengenai instansi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan yang ada di Kotim. Letak kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kotim adalah di Jl. Jenderal Sudirman Km-7, Sampit.

Sebelum menuju ke inti pokoknya saya akan menjelaskan dahulu visi dan misi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan di Kotim. Visi dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan adalah agar terwujudnya layanan pendidikan yang prima, adil dan merata untuk membentuk insan kotim khususnya yang cerdas komprehensif, sejahtera dan bermartabat.

Misi dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan adalah sebagai berikut :

  1. Menciptakan pendidikan berkualitas dan terakses serta merata
  2. Meningkatkan ketersediaan dan keterjangkauan
  3. Kualitas mutu dan relevansi, kesetaraan dan
  4. Kepastian memperoleh layanan pendidikan
  5. Meningkatkan Pemenuhan 8 (Delapan) Standar Nasional Pendidikan

Ok, next.. Pandangan saya mengenai salah satu instansi pemerintah di Kotim yaitu Dinas Pendidikan dan Kebudayaan adalah Pendidikan gratis yang dijanjikan pasangan Bupati Supian Hadi dan Wakil Bupati Taufiq Mukri dalam kampanye mereka saat pemilu kepala daerah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) 2010 lalu, hingga kini belum terealisasi. Meski begitu, sebagian warga masih menaruh harapan pasangan bupati dan wakil bupati yang akrab dengan sebutan Sahati tersebut bisa merealisasikannya.

Sejumlah biaya pendidikan dirasa masih sangat membebani orangtua siswa. Yang banyak dikeluhkan adalah tingginya biaya masuk sekolah yang terjadi hampir di semua jenjang pendidikan. Agar bisa menyekolahkan anak, orangtua bahkan harus merogoh kocek hingga jutaan rupiah, belum lagi untuk keperluan lain seperti perlengkapan sekolah sang anak.

Saat ini masih banyak biaya yang  harus dikeluarkan untuk menyekolahkan anak. ”Yang paling di rasakan menjadi suatu beban adalah biaya masuk pertama, baik itu di SMP dan SMA, yang pertama adalah daftar ulang yang masih tinggi. Misalnya saja untuk pembangunan masih ada biasanya dipungut dari orangtua  dan yang kedua adalah tebusan buku yang juga dikeluhkan oleh orangtua murid lainnya”.

Harapan saya pendidikan gratis direalisasikan, atau setidaknya pemerintah daerah menegaskan apa saja yang digratiskan oleh pemerintah daerah. Meskipun pada umumnya masyarakat bisa maklum jika pemerintah daerah transparan bahwa anggaran yang tersedia masih terbatas, namun setidaknya ada penjelasan tentang apa saja yang sudah digratiskan pemerintah daerah, sehingga masyarakat juga bisa menentukan jika ingin berpartisipasi membantu pihak sekolah.

“Selain bisa berpartisipasi, masyarakat kan juga bisa mengawasinya apakah bantuan untuk program yang digratiskan itu benar-benar direalisasikan atau tidak? Saya sangat berharap janji pendidikan gratis ini bisa direalisasikan dan dirasakan masyarakat.”

Inilah sekelumit pandangan saya mengenai salah satu instansi di Kotim “Dinas Pendidikan dan Kebudayaan”, atas perhatiannya saya ucapkan sekian dan terima kasih.

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s